Mahkamah Agung Akan Putuskan Hukum Privasi Videotape
Salazar v. Paramount, sebuah kasus yang sedang ditangani oleh Mahkamah Agung, akan menentukan bagaimana hukum privasi videotape tahun 1988 diterapkan pada konten video online. Kasus ini berfokus pada definisi "konsumen" dalam hukum privasi videotape dan bagaimana definisi tersebut berlaku untuk layanan streaming video modern. Pihak yang terlibat dalam kasus ini adalah Salazar dan Paramount, dengan Mahkamah Agung yang akan memutuskan bagaimana hukum tersebut diterapkan dalam konteks teknologi modern.
Untuk memahami konteks kasus ini, perlu dipahami bahwa hukum privasi videotape tahun 1988 dirancang untuk melindungi privasi konsumen dalam menyewa atau membeli kaset video. Hukum ini menetapkan bahwa penyedia layanan harus mendapatkan persetujuan dari konsumen sebelum mengumpulkan atau membagikan informasi tentang riwayat penyewaan atau pembelian video mereka. Dalam konteks modern, layanan streaming video seperti Netflix, Amazon Prime, dan lain-lain, mengumpulkan data tentang preferensi dan riwayat tontonan pengguna. Pertanyaan yang timbul adalah apakah definisi "konsumen" dalam hukum tahun 1988 masih relevan dan dapat diterapkan pada layanan streaming video yang sangat berbeda dari kaset video tradisional.
Dampak dari putusan Mahkamah Agung ini akan signifikan bagi industri teknologi dan pengguna layanan streaming video. Jika Mahkamah Agung memutuskan bahwa hukum privasi videotape tahun 1988 berlaku untuk layanan streaming video, maka perusahaan-perusahaan tersebut harus memastikan bahwa mereka memperoleh persetujuan dari pengguna sebelum mengumpulkan atau membagikan data tentang riwayat tontonan mereka. Ini dapat mengarah pada perubahan dalam cara layanan streaming video mengumpulkan dan menggunakan data pengguna, serta pada peningkatan transparansi tentang bagaimana data tersebut digunakan. Di sisi lain, jika Mahkamah Agung memutuskan bahwa hukum tersebut tidak berlaku, maka perusahaan-perusahaan tersebut mungkin tidak perlu memperoleh persetujuan dari pengguna, yang dapat meningkatkan kekhawatiran tentang privasi data pengguna.