Mahkamah Agung Tangani Gugatan AT&T/Verizon, Wewenang Denda FCC Dipertanyakan

News 13 Jan 2026

Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) baru-baru ini telah menerima pengajuan kasus signifikan yang diajukan oleh raksasa telekomunikasi AT&T dan Verizon. Gugatan ini menantang wewenang Federal Communications Commission (FCC) dalam mengeluarkan denda administratif, dengan klaim bahwa praktik tersebut melanggar hak konstitusional mereka atas persidangan juri. Keputusan Mahkamah Agung untuk meninjau kasus ini berpotensi merombak lanskap regulasi komunikasi di AS, mengancam kemampuan FCC untuk menegakkan aturan penting melalui penalti finansial.

FCC, sebagai badan independen pemerintah AS, bertugas mengatur komunikasi antarnegara bagian dan internasional melalui radio, televisi, kabel, dan satelit demi kepentingan publik. Bagian integral dari fungsinya adalah menegakkan berbagai peraturan, mulai dari perlindungan konsumen, layanan universal, hingga penggunaan spektrum frekuensi, seringkali dengan membebankan denda moneter kepada entitas yang melanggar. Gugatan AT&T dan Verizon berpusat pada Amendemen Ketujuh Konstitusi AS, yang menjamin hak atas persidangan juri dalam kasus-kasus perdata. Mereka berpendapat bahwa denda besar yang dikenakan oleh FCC, tanpa melalui proses persidangan juri, merupakan pelanggaran terhadap hak tersebut, menantang legitimasi model penegakan hukum agensi administratif yang telah lama berdiri dan memicu perdebatan mengenai batas kekuasaan eksekutif versus yudikatif.

Implikasi dari putusan Mahkamah Agung dalam kasus ini akan sangat luas, tidak hanya bagi industri telekomunikasi tetapi juga bagi konsumen dan seluruh badan regulasi federal lainnya. Jika Mahkamah Agung memihak AT&T dan Verizon, kapasitas FCC untuk secara efektif menegakkan peraturan terkait privasi data, netralitas bersih (jika dikembalikan), dan praktik pemasaran yang menyesatkan akan sangat terbatas. Hal ini dapat mengurangi perlindungan konsumen, berpotensi membuka pintu bagi praktik bisnis yang kurang diawasi oleh operator besar, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas layanan dan harga. Lebih jauh lagi, preseden ini bisa menular ke agensi lain seperti Federal Trade Commission (FTC) atau Environmental Protection Agency (EPA), yang juga sangat bergantung pada denda administratif untuk penegakan hukum, menciptakan ketidakpastian regulasi yang signifikan di seluruh sektor.

Tag