Mantan Astronot Ragukan Kesiapan Baju Antariksa Lunar Terbaru
Seorang mantan astronot terkemuka menyatakan desain baju antariksa lunar saat ini belum optimal, menyoroti tantangan signifikan dalam pengembangannya untuk lingkungan ekstrem bulan. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa baju antariksa generasi terbaru masih menghadapi berbagai kesulitan teknis sebelum dianggap siap sepenuhnya untuk misi eksplorasi.
Kritik tersebut berakar pada kompleksitas mendalam dalam merancang pakaian pelindung yang dapat berfungsi secara efektif di permukaan bulan. Lingkungan lunar yang keras, ditandai oleh suhu ekstrem yang berfluktuasi drastis antara siang dan malam (-173°C hingga 127°C), radiasi kosmik yang tinggi tanpa perlindungan atmosfer, serta keberadaan regolit (debu bulan) yang abrasif dan sangat halus, menuntut solusi material dan rekayasa yang revolusioner. Pengujian baju antariksa generasi baru, seperti varian dari NASA xEMU atau yang dikembangkan oleh Axiom Space untuk program Artemis, harus mengatasi kendala historis dalam mobilitas, ketahanan terhadap debu yang merusak, dan efisiensi sistem pendukung kehidupan.
Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi inovasi dalam program eksplorasi luar angkasa, khususnya bagi misi Artemis NASA yang menargetkan kembalinya manusia ke bulan dalam dekade ini. Potensi penundaan atau kegagalan dalam menyediakan baju antariksa yang memadai dapat berdampak signifikan pada jadwal misi, keselamatan astronot, dan keberhasilan tujuan ilmiah. Implikasi bagi industri teknologi luar angkasa sangat besar, mendorong investasi lebih lanjut dalam material canggih, robotika pendukung, dan sistem otonom untuk mitigasi risiko, demi memastikan keberlanjutan ekspansi manusia di luar Bumi.