Mantan Kepala NASA Lobi Pembatasan Pendanaan SpaceX di Kongres
Mantan Administrator NASA, Jim Bridenstine, yang kini menjabat sebagai pelobi untuk United Launch Alliance (ULA), secara aktif melobi Kongres Amerika Serikat untuk mengesahkan undang-undang yang akan membatasi pendanaan publik bagi perusahaan antariksa swasta, khususnya SpaceX. Langkah ini, yang diklaim Bridenstine sebagai upaya untuk menjaga persaingan sehat demi keberhasilan Amerika di luar angkasa, menuai kontroversi di tengah dominasi pasar SpaceX.
Lobi ini mencerminkan ketegangan yang meningkat dalam industri peluncuran antariksa Amerika. ULA, sebuah perusahaan patungan antara Boeing dan Lockheed Martin, secara historis merupakan penyedia utama layanan peluncuran untuk misi penting pemerintah AS, termasuk NASA dan Departemen Pertahanan. Namun, dalam dekade terakhir, SpaceX telah merevolusi industri ini dengan roket Falcon 9 yang dapat digunakan kembali dan Starship yang ambisius, secara signifikan menurunkan biaya peluncuran dan merebut pangsa pasar yang besar dari ULA. Klaim Bridenstine bahwa "Amerika berhasil di luar angkasa ketika perusahaan-perusahaan Amerika bersaing" dipandang banyak pihak sebagai upaya terselubung untuk melemahkan keunggulan kompetitif SpaceX dan mengembalikan posisi ULA di mata pemerintah.
Jika undang-undang pembatasan pendanaan SpaceX disahkan, dampaknya akan terasa luas. Ini dapat menghambat inovasi, membatasi pilihan pemerintah AS untuk misi luar angkasa, dan berpotensi meningkatkan biaya bagi pembayar pajak. Para kritikus berpendapat bahwa intervensi legislatif semacam ini justru akan merugikan persaingan yang sehat, karena membatasi perusahaan paling efisien untuk melayani kebutuhan nasional. Selain itu, langkah ini juga berisiko mengirimkan sinyal negatif kepada investor swasta yang mendukung pengembangan teknologi antariksa inovatif, yang esensial untuk masa depan eksplorasi luar angkasa dan dominasi teknologi Amerika.