Mantan Peretas 120.000 Bitcoin Inginkan Karir Keamanan Siber

News 23 Jan 2026

Seorang individu yang bertanggung jawab atas pencurian 120.000 Bitcoin, aset kripto dengan nilai fantastis, kini secara terbuka menyatakan penyesalan dan mencari kesempatan kedua dalam karier keamanan siber. Pelaku kejahatan siber tersebut mengakui bahwa aksinya merupakan "hal terburuk yang pernah saya lakukan," memohon kesempatan untuk menebus kesalahan dengan berkontribusi pada perlindungan digital.

Insiden pencurian 120.000 Bitcoin ini mewakili salah satu kerugian terbesar dalam sejarah aset digital, mengingatkan kembali pada rentetan peretasan bursa kripto besar seperti Mt. Gox atau Binance di masa lalu. Pada puncaknya, jumlah Bitcoin yang dicuri tersebut bisa bernilai miliaran dolar AS, menandakan tingkat keahlian teknis yang canggih dalam eksploitasi kerentanan sistem atau serangan rekayasa sosial yang kompleks. Permintaan untuk bekerja di sektor keamanan siber seringkali datang dari individu dengan kemampuan meretas tinggi yang melihat potensi untuk mengalihfungsikan keahlian mereka dari sisi "gelap" ke sisi "terang", membantu organisasi memperkuat pertahanan mereka terhadap ancaman serupa.

Fenomena mantan peretas yang beralih profesi menjadi ahli keamanan siber bukan hal baru, namun skala kejahatan ini memicu perdebatan etis dan praktis dalam industri teknologi. Meskipun ada kekhawatiran mengenai masalah kepercayaan dan risiko keamanan, banyak pakar berpendapat bahwa individu dengan pemahaman mendalam tentang pola pikir peretas dapat memberikan wawasan tak ternilai dalam mengidentifikasi dan menambal celah keamanan. Kasus ini menyoroti dilema yang dihadapi perusahaan dan lembaga penegak hukum: bagaimana menyeimbangkan keadilan dengan potensi pemanfaatan keahlian langka demi memperkuat infrastruktur keamanan digital global yang semakin kompleks dan rentan.

Tag