Michigan: Pria Dipidana Akibat Aplikasi Spyware Pelacak Pasangan Ilegal

News 11 Jan 2026

Seorang pria di Michigan, Amerika Serikat, kini menghadapi konsekuensi hukum serius setelah terbukti menggunakan aplikasi spyware untuk memata-matai pasangannya. Kasus ini menegaskan bahwa penggunaan perangkat lunak pelacak, yang sering disebut "catch a cheater" spyware, adalah tindakan ilegal di bawah undang-undang negara bagian dan federal, terlepas dari motif atau dugaan adanya perselingkuhan.

Aplikasi spyware semacam ini, yang juga dikenal sebagai "stalkerware" atau "spouseware", dirancang untuk dipasang secara diam-diam di perangkat korban tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka. Setelah terinstal, perangkat lunak berbahaya ini dapat mengakses dan mentransmisikan data sensitif secara ilegal, termasuk rekaman panggilan, pesan teks, lokasi GPS, riwayat penjelajahan, hingga mengaktifkan kamera atau mikrofon secara tersembunyi. Praktik ini secara tegas melanggar undang-undang privasi dan penyadapan, seperti Federal Wiretap Act di Amerika Serikat, yang melarang perekaman atau intersepsi komunikasi tanpa persetujuan semua pihak yang terlibat, serta undang-undang privasi data di berbagai yurisdiksi global.

Insiden di Michigan ini berfungsi sebagai peringatan penting bagi pengguna teknologi dan pelaku di industri IT. Perusahaan teknologi dan toko aplikasi memiliki tanggung jawab untuk memperketat kebijakan terhadap distribusi perangkat lunak yang berpotensi disalahgunakan untuk tujuan ilegal, sembari meningkatkan edukasi publik tentang privasi digital dan bahaya pelecehan berbasis teknologi. Bagi individu, kasus ini menggarisbawahi pentingnya memahami batasan hukum yang ketat terkait pengawasan digital dan risiko pidana serius yang dihadapi oleh mereka yang melanggar privasi orang lain, sekaligus menyoroti ancaman pelecehan digital dalam hubungan personal.

Tag