Microsoft Tanggung Penuh Biaya Listrik Pusat Data AI

News 14 Jan 2026

Microsoft secara resmi menyatakan akan menanggung seluruh biaya listrik operasional untuk pusat data kecerdasan buatan (AI) miliknya yang dikenal boros energi. Keputusan ini merupakan respons langsung terhadap meningkatnya kekhawatiran masyarakat terkait tagihan listrik dan penggunaan air yang masif oleh fasilitas-fasilitas tersebut.

Ekspansi teknologi AI, yang didorong oleh adopsi layanan seperti ChatGPT dan Copilot, telah memicu pembangunan pusat data berskala hiperskala dengan kebutuhan daya komputasi dan pendinginan yang sangat besar. Server AI yang ditenagai unit pemrosesan grafis (GPU) canggih mengonsumsi energi jauh lebih banyak dibandingkan infrastruktur IT konvensional, menempatkan beban signifikan pada jaringan listrik lokal dan memicu kekhawatiran tentang jejak karbon serta penggunaan air. Air es atau sistem pendingin evaporatif sering digunakan untuk menjaga suhu optimal bagi ribuan server, menambah tekanan pada sumber daya air setempat.

Langkah Microsoft ini berpotensi menetapkan standar baru bagi raksasa teknologi lain seperti Google dan Amazon AWS yang juga mengoperasikan infrastruktur AI serupa. Industri IT kemungkinan akan melihat dorongan lebih lanjut menuju efisiensi energi dan investasi dalam sumber energi terbarukan untuk mendukung operasional pusat data. Bagi masyarakat dan regulator, kebijakan ini diharapkan dapat meredakan tensi, memungkinkan pengembangan infrastruktur AI yang lebih lancar, serta menunjukkan komitmen korporasi terhadap keberlanjutan di tengah tuntutan teknologi canggih.

Tag