NASA Diminta Evaluasi Masa Depan Stasiun Luar Angkasa Internasional
Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, diminta untuk mengevaluasi kelayakan memindahkan Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) ke orbit yang lebih aman setelah masa pensiunnya. Langkah ini diambil setelah Kongres Amerika Serikat meloloskan sebuah tagihan yang memerintahkan NASA untuk mempertimbangkan kembali rencana untuk menghancurkan ISS di atmosfer bumi.
ISS telah beroperasi sejak tahun 1998 dan merupakan salah satu proyek kerja sama antariksa terbesar dalam sejarah. Stasiun ini telah menjadi tempat tinggal bagi banyak astronaut dan kosmonot, serta telah digunakan untuk melakukan berbagai penelitian ilmiah. Namun, dengan biaya operasional yang tinggi dan umur yang telah mencapai lebih dari dua dekade, ISS diharapkan akan segera mencapai akhir masa layananannya. Sebelumnya, NASA telah merencanakan untuk menghancurkan ISS di atmosfer bumi, tetapi kini mereka diminta untuk mempertimbangkan opsi lain, seperti memindahkan stasiun ke orbit yang lebih tinggi atau menggunakan teknologi yang lebih canggih untuk memperpanjang umur layanannya.
Dampak dari keputusan ini dapat signifikan bagi industri antariksa dan ilmu pengetahuan. Jika ISS dapat dipertahankan dan digunakan lebih lama, maka penelitian ilmiah yang dilakukan di stasiun ini dapat terus berlanjut, memberikan manfaat bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu, pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dari operasi ISS dapat digunakan untuk mengembangkan stasiun luar angkasa lainnya di masa depan. Namun, biaya untuk mempertahankan dan memperbarui ISS juga dapat menjadi beban bagi NASA dan negara-negara lain yang terlibat dalam proyek ini.