NASA Tingkatkan Kewaspadaan "Launch Fever" Jelang Misi Bulan Berawak
Pejabat tinggi NASA meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi "launch fever" atau tekanan psikologis ekstrem yang dapat mengancam keselamatan misi menjelang peluncuran program Artemis II berawak ke Bulan. Fokus utama adalah memastikan kembalinya empat astronot—Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen—dengan selamat. "Pekerjaan saya hanya satu: mengamankan kembalinya Reid, Victor, Christina, dan Jeremy," ungkap salah seorang manajer, menggarisbawahi taruhan tinggi dalam misi bersejarah ini.
"Launch fever" adalah fenomena di mana tekanan berlebihan dan tenggat waktu ketat dapat menyebabkan keputusan yang terburu-buru atau pengabaian protokol keselamatan. Sejarah eksplorasi antariksa mencatat insiden tragis seperti kecelakaan Space Shuttle Challenger dan Columbia yang sebagian disinyalir akibat budaya tekanan dan tenggat waktu. Misi Artemis II, yang dijadwalkan mengelilingi Bulan menggunakan kapsul Orion yang diluncurkan oleh roket Space Launch System (SLS), merupakan penerbangan uji berawak pertama ke Bulan dalam lebih dari 50 tahun dan menjadi tonggak krusial sebelum misi pendaratan Artemis III.
Kewaspadaan ini menegaskan prioritas mutlak NASA terhadap keselamatan jiwa di atas jadwal peluncuran atau tekanan publik. Hal ini mendorong penguatan protokol keamanan, peningkatan dukungan psikologis bagi personel, serta peninjauan ulang budaya kerja untuk memastikan setiap keputusan didasarkan pada data dan penilaian objektif. Komitmen terhadap keselamatan ini krusial tidak hanya untuk keberhasilan program Artemis, tetapi juga menetapkan standar bagi masa depan eksplorasi luar angkasa berawak dan industri teknologi kedirgantaraan yang semakin berkembang pesat, baik oleh lembaga pemerintah maupun perusahaan swasta.