NASA Tunda Peluncuran Artemis II hingga Maret Akibat Kebocoran Hidrogen
Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan penundaan peluncuran misi Artemis II hingga Maret mendatang. Keputusan ini diambil setelah upaya mengatasi kebocoran hidrogen cair pada roket Space Launch System (SLS) selama hari Senin tidak berhasil. Penundaan ini menjadi hambatan terbaru bagi program ambisius NASA untuk mengembalikan manusia ke Bulan, yang sebelumnya ditargetkan pada akhir tahun ini.
Kebocoran hidrogen cair (LH2), khususnya pada tahap pengisian bahan bakar kriogenik, merupakan tantangan teknis yang signifikan dalam operasional peluncuran roket. LH2 digunakan sebagai bahan bakar utama dan membutuhkan suhu ekstrem yang sangat rendah, menjadikannya sangat mudah bocor dan volatil. Kegagalan untuk menekan kebocoran ini tidak hanya menimbulkan risiko keamanan yang tinggi, tetapi juga dapat mengganggu kinerja propulsi roket SLS yang dirancang untuk daya dorong maksimal. Misi Artemis II sendiri merupakan penerbangan uji berawak pertama dalam program Artemis, yang akan membawa empat astronot mengelilingi Bulan tanpa mendarat, sebagai prekursor untuk pendaratan manusia di masa depan.
Penundaan ini memiliki implikasi yang luas, tidak hanya memengaruhi jadwal misi Artemis berikutnya, seperti pendaratan manusia ke Bulan (Artemis III) dan pembangunan stasiun luar angkasa Gateway, tetapi juga berpotensi menunda pengembangan teknologi dan infrastruktur terkait antariksa. Bagi industri teknologi, insiden seperti ini menyoroti pentingnya inovasi dalam material sains, sistem deteksi kebocoran presisi tinggi, dan otomatisasi robotik dalam lingkungan ekstrem. Keandalan sistem kritis ini sangat vital untuk keberlanjutan eksplorasi luar angkasa jangka panjang dan pengembangan ekosistem teknologi di orbit rendah Bumi maupun di luar angkasa, yang pada akhirnya akan mendukung berbagai aplikasi di Bumi, mulai dari telekomunikasi hingga penelitian ilmiah lanjutan.