Oceans Absorb Record-Breaking Heat in 2025

News 12 Jan 2026

Samudra di seluruh dunia menyerap jumlah panas yang mencapai rekor untuk kedelapan tahun berturut-turut pada 2025. Menurut laporan terbaru, penyerapan panas ini merupakan bukti nyata bahwa perubahan iklim terus berlanjut dan berdampak pada ekosistem laut. Peningkatan suhu laut ini dapat diukur dengan menggunakan teknologi penginderaan jauh dan sistem pengukuran in-situ.

Proses penyerapan panas oleh samudra terkait erat dengan fenomena perubahan iklim global. Ketika gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida dan metana meningkat di atmosfer, mereka memerangkap panas matahari dan menyebabkan suhu bumi meningkat. Sebagian besar panas ini diserap oleh samudra, yang berfungsi sebagai penyerap panas alami. Namun, peningkatan suhu laut ini dapat memiliki dampak signifikan pada ekosistem laut, termasuk kenaikan tingkat keasaman air, perubahan pola migrasi ikan, dan kerusakan terumbu karang.

Dampak dari peningkatan suhu laut ini dapat dirasakan tidak hanya oleh lingkungan laut, tetapi juga oleh industri dan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut. Perubahan iklim dapat mempengaruhi hasil perikanan, pariwisata pantai, dan keamanan pangan. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau perubahan suhu laut dan mengembangkan strategi mitigasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan melindungi ekosistem laut. Dalam konteks ini, teknologi dan inovasi berperan penting dalam pemantauan dan pengelolaan sumber daya laut, serta dalam upaya mengatasi perubahan iklim global.

Tag