Pandemi COVID-19 Meningkatkan Emisi Metana

News 10 Feb 2026

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 telah meningkatkan emisi metana di atmosfer. Hal ini terjadi karena penurunan polusi udara yang mengandung senyawa yang dapat menghancurkan metana. Menurut data yang dikumpulkan, emisi metana telah meningkat secara signifikan sejak awal pandemi.

Metana adalah salah satu gas rumah kaca yang paling berpengaruh dalam perubahan iklim. Gas ini memiliki potensi pemanasan global 28 kali lebih besar daripada karbon dioksida dalam jangka waktu 100 tahun. Penurunan polusi udara yang mengandung senyawa seperti hidroksil (OH) telah menyebabkan peningkatan emisi metana. Hidroksil adalah senyawa yang dapat menghancurkan metana di atmosfer. Dengan penurunan hidroksil, metana dapat bertahan lebih lama di atmosfer dan meningkatkan efek rumah kaca.

Dampak dari peningkatan emisi metana ini dapat dirasakan dalam jangka panjang. Peningkatan emisi metana dapat memperburuk perubahan iklim dan meningkatkan suhu global. Industri teknologi dapat berperan dalam mengurangi emisi metana dengan mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, penelitian lebih lanjut tentang emisi metana dan dampaknya dapat membantu dalam mengembangkan strategi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meminimalkan dampak perubahan iklim.

Tag