Pejabat Siber AS Unggah Informasi Rahasia Pemerintah ke ChatGPT

News 29 Jan 2026

Seorang pejabat sementara di bidang pertahanan siber Amerika Serikat baru-baru ini dilaporkan secara tidak sengaja mengunggah informasi rahasia pemerintah ke platform kecerdasan buatan generatif, ChatGPT. Insiden ini terungkap di tengah penyelidikan Kongres AS terkait isu-isu lain, termasuk pemutusan hubungan kerja massal dan kegagalan tes poligraf yang dialami pejabat tersebut.

Insiden kebocoran data sensitif melalui platform AI generatif seperti ChatGPT menyoroti celah keamanan siber yang signifikan di tubuh pemerintahan. Model bahasa besar (LLM) ini, meskipun dirancang untuk memproses dan menghasilkan teks, secara inheren mengumpulkan dan memproses input pengguna. Meskipun penyedia layanan AI seperti OpenAI memiliki kebijakan penggunaan data, adanya informasi rahasia yang diunggah dapat menimbulkan risiko serius terhadap keamanan nasional, terutama jika data tersebut tanpa sengaja diserap ke dalam model pelatihan AI atau terekspos melalui kerentanan sistem. Protokol keamanan pemerintah AS melarang keras pengunggahan materi terklasifikasi ke sistem non-pemerintah, menjadikan insiden ini pelanggaran serius terhadap pedoman penanganan informasi sensitif.

Dampak dari kejadian ini diperkirakan akan memicu peninjauan ulang kebijakan keamanan siber dan penggunaan alat AI dalam lingkungan pemerintah, tidak hanya di AS tetapi juga secara global. Perusahaan dan organisasi yang menangani data sensitif juga perlu mengkaji ulang pedoman karyawan mereka terkait interaksi dengan AI generatif. Insiden ini menggarisbawahi tantangan ganda: kerentanan manusia terhadap kesalahan operasional, dan kebutuhan mendesak akan kerangka kerja tata kelola AI (AI governance) yang ketat untuk mencegah kebocoran informasi. Kepercayaan publik terhadap kemampuan lembaga pemerintah untuk melindungi data krusial juga berpotensi terkikis, mendorong desakan untuk akuntabilitas dan peningkatan standar keamanan digital di era transformasi AI.

Tag