Pejabat Trump Tolak Vaksin Flu Moderna, Abaikan Saran Ilmiah FDA

News 14 Feb 2026

Seorang pejabat senior di Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat pada era administrasi Trump secara kontroversial menolak vaksin flu yang dikembangkan oleh Moderna. Keputusan tersebut diambil dengan mengesampingkan rekomendasi dan konsensus ilmiah dari para ilmuwan internal FDA, menimbulkan pertanyaan serius tentang independensi dan integritas proses regulasi kesehatan publik.

Penolakan terhadap vaksin Moderna ini diduga melibatkan Vinay Prasad, seorang regulator vaksin terkemuka di FDA yang sebelumnya dikenal memiliki rekam jejak dalam mengesampingkan panduan ilmiah dari para ahli. Insiden ini menyoroti ketegangan antara penunjukan politik dan evaluasi berbasis bukti ilmiah, terutama dalam konteks persetujuan obat dan vaksin yang krusial. Vaksin flu Moderna sendiri diharapkan dapat membawa inovasi signifikan melalui platform teknologi mRNA-nya, mirip dengan yang sukses digunakan dalam vaksin COVID-19, menawarkan potensi respons yang lebih cepat dan adaptif terhadap virus flu yang bermutasi.

Bagi industri teknologi dan kesehatan global, kejadian ini memiliki implikasi yang luas. Netcrawler Asia menilai bahwa intervensi non-ilmiah dalam proses persetujuan dapat merusak kepercayaan publik terhadap lembaga regulasi kesehatan dan menghambat inovasi di sektor bioteknologi. Keputusan semacam ini berpotensi mengurangi insentif bagi perusahaan seperti Moderna untuk berinvestasi besar dalam penelitian dan pengembangan solusi kesehatan inovatif, serta memicu kekhawatiran tentang objektivitas dan transparansi di balik keputusan penting yang memengaruhi kesehatan jutaan jiwa.

Tag