Pejabat Ungkap AS Matikan, Nyalakan Listrik Venezuela Lewat Operasi Siber Presisi

News 19 Jan 2026

Laporan New York Times (NYT) mengutip pejabat Amerika Serikat (AS) yang tidak disebutkan namanya mengungkapkan bahwa peretas AS berhasil mematikan dan kemudian dengan cepat menyalakan kembali pasokan listrik Venezuela melalui sebuah operasi siber presisi. Insiden ini, yang terjadi pada waktu yang tidak spesifik, menyoroti kapabilitas siber tingkat tinggi yang dimiliki oleh aktor negara dalam memanipulasi infrastruktur vital negara lain.

Kemampuan untuk mengintervensi infrastruktur kritis seperti jaringan listrik secara selektif menunjukkan eskalasi signifikan dalam ranah perang siber antarnegara. Sistem kelistrikan modern, yang banyak mengandalkan sistem kontrol industri (ICS) atau SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition), sangat rentan terhadap serangan siber canggih jika tidak diamankan dengan memadai. Sebuah operasi "presisi" semacam ini mengindikasikan bahwa peretas kemungkinan telah menghabiskan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, untuk melakukan pengintaian (reconnaissance) mendalam dan menanam implan siber di dalam sistem target, memungkinkan mereka untuk mengendalikan komponen krusial secara remote tanpa menyebabkan kerusakan fisik permanen.

Pengungkapan ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang kerentanan infrastruktur krusial global terhadap serangan siber yang disponsori negara. Bagi industri IT, insiden ini menggarisbawahi urgensi peningkatan investasi pada keamanan siber, terutama untuk sektor energi dan utilitas, dengan penekanan pada deteksi ancaman tingkat lanjut, segmentasi jaringan, dan pelatihan respons insiden. Para pengguna dan warga negara di seluruh dunia juga perlu menyadari bahwa layanan esensial yang mereka andalkan—dari listrik hingga air dan komunikasi—kini menjadi medan perang baru yang dapat terganggu secara tiba-tiba akibat konflik siber, mendorong pemerintah untuk memperketat regulasi dan kolaborasi internasional dalam melindungi aset digital vital.

Tag