Pekerja RentAHuman Tidak Dibayar, Sistem 'Bot Manusia' Dipertanyakan

News 13 Feb 2026

Seorang jurnalis teknologi melaporkan tidak menerima bayaran sepeser pun setelah dua hari bekerja sebagai "bot manusia" untuk platform gig RentAHuman. Eksperimen yang dipublikasikan oleh Ars Technica ini menyoroti permasalahan pembayaran dan efektivitas model bisnis unik RentAHuman, yang mengklaim menggunakan tubuh manusia sebagai avatar fisik bagi kecerdasan buatan atau sistem otomatis untuk berinteraksi di dunia nyata.

Konsep di balik RentAHuman berakar pada ide telepresence dan "human-in-the-loop AI," di mana sistem AI membutuhkan intervensi atau kehadiran fisik manusia untuk menjalankan tugas-tugas yang kompleks di lingkungan fisik. Ini bisa melibatkan skenario seperti operator manusia yang mengendalikan robot dari jarak jauh, atau dalam kasus ekstrem, manusia yang secara sukarela menyewakan tubuhnya sebagai avatar yang menerima instruksi dari AI untuk aktivitas tertentu seperti pengiriman barang, layanan pelanggan, atau eksplorasi lingkungan berbahaya. Teknologi pendukung bisa mencakup antarmuka saraf, sensor haptik, dan sistem kontrol gerak presisi tinggi. Model ini, meski inovatif, memunculkan pertanyaan serius mengenai hak pekerja, batas eksploitasi, dan kendali atas agensi manusia.

Kegagalan RentAHuman dalam menjamin pembayaran kepada pekerjanya menimbulkan kekhawatiran besar di industri teknologi dan di kalangan pekerja gig. Insiden ini menyoroti risiko eksploitasi dalam model ekonomi baru yang didorong AI, di mana batasan antara otomatisasi dan tenaga kerja manusia menjadi kabur. Bagi industri IT, ini menjadi peringatan keras akan pentingnya kerangka etika dan regulasi yang jelas sebelum meluncurkan teknologi yang memanfaatkan tubuh atau agensi manusia sedemikian rupa. Pengguna dan investor juga akan mempertanyakan kelayakan serta keberlanjutan platform yang menjanjikan inovasi revolusioner tetapi gagal memenuhi kewajiban dasar kepada pekerjanya, berpotensi menghambat adopsi lebih luas teknologi telepresence dan AI-human collaboration di masa depan.

Tag