Pemanasan Global Pangkas Jarak Tempuh EV Lama Hingga 30 Persen

News 6 Mar 2026

Kendaraan listrik (EV) model lama diproyeksikan akan mengalami penurunan jarak tempuh hingga 30 persen seiring meningkatnya suhu global akibat perubahan iklim. Meskipun demikian, studi terbaru menegaskan bahwa kondisi iklim yang memanas tidak akan secara fatal merusak baterai utama EV, melainkan hanya memengaruhi efisiensi operasionalnya, khususnya pada generasi kendaraan listrik terdahulu.

Penurunan kinerja ini utamanya disebabkan oleh sensitivitas baterai lithium-ion terhadap suhu ekstrem. Pada EV model lama, sistem manajemen termal (Battery Management System/BMS) dan teknologi pendingin baterai belum secanggih generasi terbaru. Suhu tinggi dapat mempercepat degradasi elektrolit, meningkatkan resistansi internal sel, dan mengurangi kapasitas energi yang tersedia, yang secara kumulatif mengakibatkan hilangnya jarak tempuh. Berbeda dengan EV modern yang telah dilengkapi dengan sistem pendingin cairan dan algoritma BMS yang lebih canggih, memungkinkan baterai beroperasi pada suhu optimal dan mempertahankan kapasitasnya meski dalam kondisi lingkungan yang menantang.

Implikasi dari temuan ini cukup signifikan bagi pengguna EV lawas, yang berpotensi menghadapi "range anxiety" lebih sering serta penurunan nilai jual kembali kendaraan mereka. Bagi industri otomotif, hal ini menekankan urgensi investasi berkelanjutan dalam riset dan pengembangan teknologi baterai serta sistem pendingin yang lebih robust dan adaptif terhadap iklim. Produsen diharapkan untuk tidak hanya fokus pada peningkatan kepadatan energi, tetapi juga pada durabilitas dan ketahanan baterai di berbagai kondisi suhu, guna mendukung adopsi EV jangka panjang dan kepercayaan konsumen di seluruh dunia.

Tag