Peneliti Rice University Temukan Graphene dari Eksperimen Edison 1879
HOUSTON – Peneliti kimia dari Rice University berhasil mereplikasi eksperimen seminal Thomas Edison dari tahun 1879, mengidentifikasi keberadaan graphene sebagai produk sampingan tak terduga. Penemuan ini menunjukkan material nano revolusioner tersebut mungkin telah secara tidak sengaja dihasilkan lebih dari satu abad lalu, jauh sebelum identifikasi resminya pada tahun 2004 oleh Andre Geim dan Konstantin Novoselov.
Eksperimen asli Edison melibatkan proses pirolisis, di mana ia memanaskan material organik seperti serat bambu atau benang katun pada suhu tinggi dalam lingkungan bebas oksigen untuk menghasilkan filamen karbon yang digunakan dalam bola lampu pijar. Para peneliti Rice University meniru metode ini, dan dengan menggunakan teknik karakterisasi modern seperti mikroskop elektron transmisi (TEM) dan spektroskopi Raman, mereka mendeteksi serpihan-serpihan graphene. Graphene sendiri adalah alotrop karbon dua dimensi (2D) yang terdiri dari satu lapisan atom karbon yang tersusun dalam kisi heksagonal. Material ini dikenal memiliki kekuatan mekanis luar biasa (200 kali lebih kuat dari baja), konduktivitas listrik dan termal yang sangat tinggi, serta transparansi optik yang unik, menjadikannya material primadona untuk berbagai aplikasi teknologi masa depan.
Penemuan ini bukan hanya sekadar catatan kaki menarik dalam sejarah sains, tetapi juga menggarisbawahi potensi reevaluasi penemuan-penemuan lama dengan teknologi modern. Bagi industri teknologi informasi (IT), graphene saat ini dipandang sebagai bahan kunci untuk semikonduktor generasi mendatang yang lebih cepat dan efisien, layar fleksibel dan transparan, baterai berkapasitas tinggi dengan pengisian ultra-cepat, sensor super-sensitif untuk lingkungan dan medis, hingga aplikasi dalam komputasi kuantum. Meskipun Edison tidak menyadari signifikansi material yang ia hasilkan, temuan dari Rice University ini menambah narasi kaya tentang bagaimana inovasi masa lalu tanpa sengaja dapat membuka jalan bagi terobosan teknologi masa depan yang akan membentuk lanskap digital dan kehidupan pengguna di seluruh dunia.