Pentagon Tuntut Muatan Satelit Lebih Cepat, Industri Peluncuran Memuaskan.
Seorang pejabat senior Pentagon baru-baru ini menyatakan kekhawatiran serius terhadap lambatnya pengembangan dan penyediaan muatan satelit, meskipun industri peluncuran antariksa Amerika Serikat telah mencapai kemajuan pesat. Pejabat tersebut menekankan bahwa durasi dua hingga tiga tahun untuk mempersiapkan satu misi antariksa dianggap "terlalu lambat" dan mendesak percepatan signifikan dalam proses tersebut.
Pernyataan ini menyoroti kesenjangan yang kontras dalam ekosistem antariksa pertahanan AS. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor peluncuran telah mengalami revolusi berkat inovasi seperti roket yang dapat digunakan kembali dan peningkatan frekuensi peluncuran dari perusahaan seperti SpaceX, United Launch Alliance, dan Rocket Lab, yang secara drastis menurunkan biaya dan waktu tunggu. Namun, proses akuisisi dan pengembangan muatan—seperti satelit pengintai canggih, sensor, atau sistem komunikasi militer—tetap terhambat oleh kompleksitas teknis, birokrasi, tantangan rantai pasokan global, dan siklus pengujian yang panjang. Pentagon, khususnya Angkatan Antariksa AS, sangat membutuhkan kemampuan untuk menyebarkan konstelasi satelit yang tersebar (proliferated LEO) secara cepat demi ketahanan dan superioritas di tengah meningkatnya ancaman di luar angkasa.
Kritik dari Pentagon ini diprediksi akan meningkatkan tekanan signifikan pada kontraktor pertahanan dan perusahaan teknologi antariksa yang bertanggung jawab atas pengembangan muatan. Ini juga mengindikasikan pergeseran dalam strategi akuisisi Departemen Pertahanan, yang kemungkinan akan lebih memprioritaskan pendekatan yang lebih tangkas, penggunaan komponen komersial yang tersedia (COTS), dan desain modular untuk mempercepat waktu dari konsep hingga orbit. Tujuannya adalah untuk memastikan Amerika Serikat dapat dengan cepat beradaptasi dengan lanskap ancaman yang terus berkembang dan mempertahankan keunggulan strategis di antariksa, mendorong inovasi lebih lanjut dalam desain satelit, integrasi sistem, dan proses manufaktur.