Peretas 120.000 Bitcoin Ingin Posisi Keamanan, Sesali Kejahatan Terburuknya

News 25 Jan 2026

Seorang peretas yang bertanggung jawab atas pencurian masif 120.000 Bitcoin, salah satu insiden kejahatan siber terbesar dalam sejarah mata uang kripto, baru-baru ini secara publik menyatakan penyesalan mendalam atas perbuatannya dan mengajukan diri untuk bekerja di bidang keamanan siber. Pelaku, yang tidak disebutkan namanya dalam laporan, menyebut tindakan peretasan tersebut sebagai "hal terburuk yang pernah saya lakukan," mengindikasikan keinginan untuk menebus kesalahan dan mengarahkan keahliannya untuk tujuan yang konstruktif.

Pencurian 120.000 Bitcoin, dengan nilai historis puncak mencapai miliaran dolar AS dan kini pun masih bernilai puluhan triliun rupiah, mengguncang pasar kripto dan menyoroti kerentanan serius dalam ekosistem aset digital pada saat itu. Insiden berskala besar semacam ini tidak hanya mengakibatkan kerugian finansial yang parah bagi korban individu dan platform bursa, tetapi juga memicu gelombang kekhawatiran global mengenai keamanan siber dan memicu desakan untuk regulasi yang lebih ketat dalam ruang kripto. Permintaan pekerjaan keamanan dari seorang mantan peretas "black hat" (peretas jahat) bukanlah fenomena baru, namun skala kejahatan yang diakui oleh individu ini memberikan dimensi unik pada kasus transformasi potensial ini.

Tawaran ini memunculkan dilema etika dan praktis yang signifikan bagi perusahaan keamanan siber dan industri teknologi secara keseluruhan. Di satu sisi, mantan peretas dapat menawarkan wawasan tak ternilai mengenai taktik, teknik, dan prosedur (TTP) penyerang, serta membantu mengidentifikasi kerentanan sistem yang mungkin terlewatkan oleh para profesional keamanan konvensional. Di sisi lain, merekrut individu dengan catatan kriminal siber besar menimbulkan pertanyaan serius mengenai kepercayaan, integritas, dan potensi risiko reputasi bagi organisasi. Kasus ini juga menyoroti kesenjangan talenta keamanan siber global yang terus melebar, yang mungkin mendorong beberapa perusahaan untuk mempertimbangkan kandidat non-tradisional, meskipun dengan pemeriksaan latar belakang yang ketat dan mekanisme mitigasi risiko yang cermat.

Tag