Petinggi Senat Tekan NASA Segerakan Stasiun Luar Angkasa Komersial

News 16 Jan 2026

Seorang staf kunci di Senat Amerika Serikat secara konsisten mendesak Badan Antariksa dan Aeronautika Nasional (NASA) untuk mempercepat pengembangan stasiun luar angkasa komersial. Tekanan ini muncul dari kekhawatiran serius akan potensi jeda keberadaan manusia di orbit rendah Bumi (LEO) setelah masa pensiun Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang semakin dekat.

Dorongan dari Senat ini mencerminkan urgensi transisi operasional dari ISS, yang dijadwalkan pensiun pada tahun 2030, ke platform yang dikelola sektor swasta. NASA sendiri telah memulai program Commercial LEO Destinations (CLD), memberikan pendanaan kepada perusahaan seperti Axiom Space, Blue Origin, dan Voyager Space (bekerja sama dengan Northrop Grumman dan Airbus) untuk mengembangkan prototipe stasiun luar angkasa. Tujuannya adalah untuk memprivatisasi operasi di LEO, memungkinkan NASA untuk fokus pada misi eksplorasi luar angkasa yang lebih dalam seperti program Artemis ke Bulan dan Mars. Namun, keraguan masih muncul mengenai kesiapan infrastruktur komersial untuk sepenuhnya menggantikan kapasitas ISS tepat waktu.

Percepatan pengembangan stasiun luar angkasa komersial ini akan menciptakan peluang signifikan bagi industri teknologi dan IT. Ini akan mendorong inovasi dalam sistem komunikasi canggih, perangkat lunak kontrol misi otonom, analitik data luar angkasa, dan solusi keamanan siber untuk aset-aset krusial. Stasiun-stasiun ini juga akan berfungsi sebagai laboratorium mikro-gravitasi untuk penelitian mutakhir di bidang farmasi, material baru, dan bioteknologi, semuanya sangat bergantung pada infrastruktur komputasi dan jaringan yang tangguh. Bagi sektor industri dan pengguna akhir, ketersediaan platform komersial ini dapat membuka akses yang lebih luas dan efisien ke lingkungan luar angkasa untuk penelitian, manufaktur, pariwis, dan pendidikan, mempercepat pertumbuhan ekonomi di sektor teknologi ruang angkasa.

Tag