Polisi Inggris Akui Kesalahan Penggunaan AI

News 15 Jan 2026

Polisi Inggris baru-baru ini mengakui bahwa mereka telah menggunakan teknologi AI yang dikenal sebagai Copilot AI untuk memantau dan melarang penggemar sepak bola. Pengakuan ini datang setelah sebelumnya mereka membantah penggunaan teknologi tersebut. Kesalahan ini terjadi karena "hallucination" atau kesalahan pengenalan data oleh AI, yang menyebabkan beberapa penggemar sepak bola dilarang secara tidak tepat.

Latar belakang kesalahan ini terkait dengan kemampuan Copilot AI dalam menganalisis data dan membuat keputusan berdasarkan pola yang dikenal. Namun, dalam beberapa kasus, AI dapat mengalami "hallucination" yang berarti mengenali pola atau data yang tidak ada. Dalam konteks ini, kesalahan pengenalan data oleh AI menyebabkan polisi Inggris mengambil keputusan yang salah dalam melarang penggemar sepak bola. Teknologi AI ini menggunakan algoritma machine learning yang kompleks untuk menganalisis data dan membuat prediksi, tetapi seperti semua sistem AI, tidak sepenuhnya akurat dan dapat dipengaruhi oleh kualitas data yang digunakan.

Dampak dari kesalahan ini bagi industri IT dan pengguna adalah meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengawasan dan validasi data dalam penggunaan teknologi AI. Kasus ini menunjukkan bahwa meskipun AI dapat menjadi alat yang powerful, ia tidak sepenuhnya dapat diandalkan tanpa pengawasan manusia. Oleh karena itu, perusahaan dan lembaga yang menggunakan teknologi AI harus memastikan bahwa data yang digunakan akurat dan bahwa sistem AI mereka dirancang untuk menghindari kesalahan seperti "hallucination".

Tag