Produksi Dokumenter AI Aronofsky: Butuh Minggu Hasilkan Menit Video
Produksi film dokumenter sejarah yang dihasilkan kecerdasan buatan (AI) oleh sutradara ternama Darren Aronofsky dilaporkan menghadapi kendala efisiensi signifikan. Sebuah sumber internal produksi mengungkapkan bahwa dibutuhkan waktu berminggu-minggu hanya untuk menghasilkan beberapa menit video yang layak pakai, menyoroti tantangan besar dalam integrasi AI generatif pada proyek skala besar.
Tantangan ini menyoroti batas kemampuan teknologi AI generatif video saat ini, meskipun telah ada kemajuan pesat dengan model seperti OpenAI Sora atau RunwayML. Untuk sebuah docudrama sejarah, AI harus mampu menciptakan akurasi visual, konsistensi karakter dan latar, serta nuansa emosional yang tepat, sebuah tugas yang jauh lebih kompleks daripada klip pendek. Proses produksi kemungkinan melibatkan iterasi perintah (prompts) yang tak terhitung, upaya untuk menjaga konsistensi naratif visual, dan perbaikan manual ekstensif untuk mengatasi artefak atau ketidakakuratan yang dihasilkan AI.
Efisiensi produksi yang rendah ini menjadi pengingat penting bagi industri kreatif bahwa potensi revolusioner AI dalam pembuatan konten masih dihadapkan pada realitas teknis dan biaya operasional yang tinggi. Meskipun AI menjanjikan demokratisasi pembuatan film, kasus Aronofsky menunjukkan bahwa proyek-proyek ambisius masih memerlukan investasi waktu dan sumber daya manusia yang masif, terutama untuk pengawasan kualitas dan penyempurnaan artistik. Hal ini menegaskan bahwa peran seniman dan editor manusia tetap krusial, bergeser dari kreator murni menjadi "koordinator" dan "penyempurna" output AI, serta menunjukkan bahwa integrasi AI dalam produksi skala besar masih dalam tahap awal pengembangan.