Proteser ICE Mengaku Global Entry Dicabut

News 1 Feb 2026

Seorang proteser Immigration and Customs Enforcement (ICE) mengaku bahwa akses Global Entry dan Precheck-nya dicabut tiga hari setelah insiden di mana wajahnya discan oleh seorang agen. Hal ini terungkap dalam sebuah pengajuan di pengadilan.

Global Entry dan Precheck adalah program yang memungkinkan penumpang melakukan pemeriksaan keamanan yang lebih cepat saat memasuki Amerika Serikat. Program ini menggunakan teknologi pengenalan wajah untuk memverifikasi identitas penumpang. Dalam kasus ini, proteser ICE mengaku bahwa wajahnya discan oleh seorang agen ICE selama unjuk rasa, dan tiga hari kemudian, akses Global Entry dan Precheck-nya dicabut. Ini menimbulkan pertanyaan tentang penggunaan teknologi pengenalan wajah oleh lembaga keamanan dan dampaknya terhadap hak-hak individu.

Dampak dari insiden ini dapat dirasakan tidak hanya oleh proteser ICE, tetapi juga oleh masyarakat umum yang menggunakan teknologi pengenalan wajah dalam berbagai konteks. Jika lembaga keamanan dapat mencabut akses program keamanan berdasarkan aktivitas politik seseorang, maka ini dapat menimbulkan kekhawatiran tentang privasi dan kebebasan berekspresi. Industri teknologi juga perlu mempertimbangkan implikasi etis dari pengembangan dan penggunaan teknologi pengenalan wajah, serta memastikan bahwa teknologi ini digunakan secara bertanggung jawab dan transparan.

Tag