Raksasa Memori Cetak Laba Rekor, Harga RAM Melonjak Akibat Permintaan AI
Raksasa produsen memori global seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron Technology mencatat rekor keuntungan signifikan menyusul lonjakan harga RAM. Kenaikan harga ini didorong kuat oleh permintaan agresif dari industri kecerdasan buatan (AI) yang membutuhkan memori berperforma tinggi secara masif, mengubah dinamika pasar global.
Lonjakan permintaan ini utamanya berpusat pada memori jenis High Bandwidth Memory (HBM), komponen krusial untuk akselerator AI seperti GPU NVIDIA H100 atau sejenisnya. Pelatihan model bahasa besar (LLM) dan operasi inferensi membutuhkan kapasitas serta kecepatan transfer data yang luar biasa, sehingga pasokan HBM menjadi sangat vital. Produsen-produsen ini telah mengalihkan sebagian besar kapasitas produksi mereka untuk memenuhi kebutuhan HBM, menciptakan kelangkaan pada segmen memori DRAM standar dan NAND Flash, yang secara otomatis mendorong kenaikan harga di seluruh lini produk memori. Investasi besar dalam teknologi fabrikasi canggih juga turut mempengaruhi struktur biaya dan harga jual.
Dampak dari tren ini meluas ke seluruh rantai pasok teknologi. Bagi industri IT, khususnya segmen server dan pusat data, biaya operasional akan meningkat secara signifikan akibat pengadaan memori yang lebih mahal. Sementara itu, konsumen akhir juga kemungkinan besar akan merasakan efeknya dalam bentuk harga perangkat elektronik yang lebih tinggi, mulai dari laptop, smartphone, hingga kartu grafis yang membutuhkan memori dalam jumlah besar. Para analis memperkirakan bahwa siklus kenaikan harga ini akan berlanjut setidaknya hingga akhir tahun depan, didukung oleh ekspansi berkelanjutan infrastruktur AI global, meski beberapa produsen berencana meningkatkan kapasitas produksi untuk menstabilkan pasar di jangka panjang.