Regulator AS Perpanjang Tenggat Tanggapan Tesla Soal FSD

News 19 Jan 2026

Regulator keselamatan lalu lintas Amerika Serikat telah memberikan Tesla perpanjangan waktu lima minggu untuk menanggapi penyelidikan terkait sistem Full Self-Driving (FSD) mereka. Penyelidikan ini berpusat pada laporan insiden di mana kendaraan Tesla yang menggunakan FSD diduga mengabaikan lampu merah dan menerobos lalu lintas, menimbulkan kekhawatiran serius mengenai keamanan dan keandalan teknologi otonom perusahaan.

Penyelidikan oleh Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) ini bukan yang pertama bagi Tesla. Sistem FSD, yang meskipun namanya "Full Self-Driving," secara teknis masih diklasifikasikan sebagai sistem bantuan pengemudi Level 2 yang memerlukan pengawasan aktif manusia. Sistem ini sangat bergantung pada jaringan kamera, sensor ultrasonik, dan pemrosesan AI untuk menavigasi jalanan. Namun, insiden yang dilaporkan menunjukkan adanya kegagalan kritis dalam menginterpretasikan rambu lalu lintas dan kondisi jalan yang kompleks, terutama pada persimpangan yang rawan. Status "beta" program FSD juga telah menjadi titik perdebatan, dengan kritikus berpendapat bahwa teknologi ini terlalu agresif untuk digunakan secara luas di jalan umum.

Perpanjangan tenggat waktu ini menggarisbawahi peningkatan pengawasan regulasi terhadap teknologi otonom, tidak hanya bagi Tesla tetapi juga seluruh industri otomotif dan teknologi. Kegagalan FSD untuk secara konsisten mematuhi peraturan lalu lintas menimbulkan pertanyaan mendasar tentang kesiapan AI dalam mengambil alih kendali kendaraan sepenuhnya. Bagi pengguna, insiden semacam ini dapat mengikis kepercayaan terhadap kendaraan otonom dan memperlambat adopsi teknologi yang berpotensi merevolusi transportasi. Investor dan pengembang teknologi serupa kemungkinan akan menghadapi tekanan lebih besar untuk menunjukkan tidak hanya kemampuan inovatif, tetapi juga keandalan dan keamanan yang tak terbantahkan sebelum teknologi otonom dapat diterima secara luas sebagai norma.

Tag