RFK Jr.'s NIH Danai Studi Kanker Ivermectin, Tanpa Dasar Ilmiah Kuat.
National Institutes of Health (NIH) dilaporkan mendanai studi yang menyelidiki potensi obat cacing ivermectin sebagai pengobatan kanker. Keputusan pendanaan ini dikaitkan dengan pengaruh Robert F. Kennedy Jr. (RFK Jr.) dan menuai kritik keras dari komunitas ilmiah karena tidak adanya dasar ilmiah kuat yang mendukung klaim tersebut.
Ivermectin, sebuah obat antiparasit yang umumnya digunakan untuk mengobati infeksi cacing dan parasit tertentu pada manusia serta hewan, menjadi sorotan kontroversial selama pandemi COVID-19 sebagai pengobatan yang tidak terbukti. Meskipun berbagai studi klinis tidak menemukan bukti signifikan efektivitasnya melawan virus, dan badan kesehatan global seperti WHO serta FDA telah berulang kali memperingatkan agar tidak menggunakannya di luar indikasi yang disetujui, diskusi mengenai potensi terapi lain terus muncul. Para ilmuwan dan komunitas medis secara luas berpendapat bahwa tidak ada dasar pra-klinis atau klinis yang kredibel untuk mendukung ivermectin sebagai obat antikanker, menganggap pendanaan studi semacam ini sebagai pemborosan sumber daya dan waktu.
Keputusan NIH untuk mendanai riset semacam ini berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap lembaga ilmiah dan medis terkemuka. Alokasi dana untuk studi yang dianggap tidak memiliki pijakan ilmiah kuat dapat mengalihkan sumber daya krusial dari penelitian kanker yang lebih menjanjikan dan berbasis bukti. Lebih jauh, ini dapat memperkuat misinformasi kesehatan yang sudah ada, khususnya mengingat latar belakang RFK Jr. yang seringkali menyuarakan pandangan kontroversial terkait kesehatan dan vaksin. Bagi industri teknologi kesehatan dan pengembangan obat, praktik ini menimbulkan kekhawatiran tentang standar ketat yang harus dipegang dalam inovasi dan validasi ilmiah, menekankan pentingnya data yang kuat dalam setiap tahapan pengembangan terapi baru.