Roket China Gagal Terbang Dua Kali dalam 12 Jam

News 24 Jan 2026

Sebuah roket China, Long March 12B, yang direncanakan untuk melakukan penerbangan uji coba pertamanya, gagal terbang dua kali dalam waktu 12 jam. Kegagalan ini terjadi saat roket tersebut sedang menjalani proses persiapan peluncuran. Roket ini merupakan salah satu contoh roket setengah dapat digunakan kembali yang dikembangkan oleh China.

Long March 12B adalah roket yang dirancang untuk membawa muatan ke orbit bumi rendah. Roket ini memiliki tinggi sekitar 50 meter dan diameter 3,35 meter. Long March 12B juga dilengkapi dengan mesin roket yang canggih dan sistem navigasi yang akurat. Namun, kegagalan peluncuran ini menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan dan keandalan roket ini. Selain itu, kegagalan ini juga mempengaruhi rencana peluncuran Rocket Lab, yang juga mengalami kesulitan dalam pengembangan roket Neutron.

Kegagalan peluncuran roket China ini dapat memiliki dampak yang signifikan pada industri luar angkasa. Kegagalan ini dapat memperlambat proses pengembangan dan peluncuran roket lainnya, serta mempengaruhi kepercayaan investor dan konsumen. Namun, kegagalan ini juga dapat menjadi kesempatan bagi China untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan roket mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, China telah membuat kemajuan yang signifikan dalam pengembangan teknologi luar angkasa, dan kegagalan ini tidak akan menghentikan upaya mereka untuk menjadi salah satu pemimpin dalam industri luar angkasa.

Tag