Romero dan Carmack Ungkap Sejarah Catacomb 3D, Fondasi Wolfenstein
Pendiri id Software, John Romero dan John Carmack, bersama sejumlah kolega membahas game "Catacomb 3D", sebuah judul yang sering terlupakan namun krusial dalam evolusi game PC 3D. Diskusi mendalam ini, yang baru-baru ini diulas oleh Ars Technica, menyoroti peran "Catacomb 3D" sebagai fondasi teknologi dan desain yang kemudian melahirkan "Wolfenstein 3D", game penembak orang pertama (FPS) revolusioner.
Dirilis pada tahun 1991, "Catacomb 3D" adalah salah satu game pertama yang sukses mengimplementasikan grafis "pseudo-3D" secara real-time di PC rumahan. Game ini memanfaatkan teknik raycasting yang dikembangkan oleh Carmack, memungkinkan pemain menavigasi labirin tiga dimensi dengan mulus. Meskipun grafisnya masih primitif dengan dinding yang datar dan musuh berbasis sprite dua dimensi, inovasinya terletak pada pengalaman imersif orang pertama yang belum pernah ada sebelumnya. Mesin grafis dan filosofi desain yang diuji coba dalam "Catacomb 3D" menjadi blueprint langsung bagi pengembangan "Wolfenstein 3D" pada tahun berikutnya, yang kemudian mempopulerkan genre FPS secara masif.
Signifikansi "Catacomb 3D" bagi industri game modern tidak dapat diremehkan. Game ini bukan hanya sebuah langkah kecil, melainkan sebuah lompatan fundamental yang membuktikan kelayakan grafis 3D real-time pada platform PC yang terjangkau. Keberanian id Software untuk bereksperimen dengan teknologi baru ini membuka jalan bagi seluruh generasi game 3D, menetapkan standar untuk genre FPS, dan memicu perlombaan inovasi teknologi grafis yang terus berlanjut hingga hari ini. Tanpa "Catacomb 3D" dan eksperimen awal id Software, lanskap game yang kita kenal sekarang, dengan dunia 3D yang kompleks dan imersif, mungkin akan sangat berbeda.