Scott Adams, Inovator Satire Korporat Dilbert, Meninggal pada 68
Scott Adams, visioner di balik komik strip satir Dilbert yang mengabadikan absurditas dunia korporat dan teknologi, dilaporkan meninggal dunia pada usia 68 tahun. Kepergian Adams, yang secara mendalam membentuk persepsi banyak profesional IT terhadap kehidupan kantor, telah dikonfirmasi. "Saya memiliki kehidupan yang luar biasa. Saya memberikan semua yang saya miliki," demikian kutipan yang sering dikaitkan dengannya.
Dilbert memulai debutnya pada tahun 1989 dan segera menjadi fenomena global, diterbitkan di ribuan surat kabar di seluruh dunia. Strip komik ini terkenal karena menggambarkan dinamika kantor yang disfungsi, birokrasi yang tidak masuk akal, dan manajer yang tidak kompeten melalui karakter-karakter ikoniknya seperti Dilbert si insinyur yang sinis, Dogbert si anjing yang ambisius, dan Pointy-Haired Boss yang tidak tahu apa-apa. Bagi banyak profesional di industri teknologi dan IT, Dilbert bukan hanya hiburan, melainkan cerminan yang akurat dan seringkali menyakitkan tentang realitas pekerjaan sehari-hari mereka, menjadikannya suara kolektif untuk frustrasi dan tawa.
Pengaruh Dilbert meluas jauh melampaui halaman komik, membentuk cara kerja kolektif dalam industri teknologi memahami dan mengatasi tantangan korporat melalui humor. Adams telah menciptakan sebuah bahasa budaya yang memungkinkan karyawan untuk mengidentifikasi dan menertawakan absurditas yang sering mereka hadapi. Namun, warisannya juga menjadi kompleks dalam beberapa tahun terakhir menyusul serangkaian pernyataan kontroversial yang menyebabkan banyak outlet berita menghentikan publikasi stripnya. Terlepas dari kontroversi tersebut, kepergian Adams menandai berakhirnya era bagi jutaan pembaca yang menemukan kenyamanan dan validasi dalam satire tajamnya tentang dunia kerja modern.