Senator Promosikan Klaim Palsu Klorin Dioksida Obati Autisme, Kanker

News 15 Des 2025

Seorang senator baru-baru ini secara terbuka mendukung sebuah buku yang ditulis oleh seorang dokter yang telah didiskreditkan, buku tersebut secara kontroversial mengklaim bahwa klorin dioksida dapat mengobati autisme dan kanker. Dukungan ini memicu kekhawatiran serius di kalangan pakar kesehatan dan keselamatan masyarakat, mengingat bahan kimia tersebut tidak memiliki dasar ilmiah sebagai terapi medis.

Klorin dioksida adalah senyawa kimia yang sangat reaktif, umum digunakan sebagai disinfektan industri, pemutih, dan agen pengolah air. Namun, senyawa ini sama sekali tidak disetujui untuk penggunaan medis internal, dan berbagai otoritas kesehatan global seperti FDA (Food and Drug Administration) dan BPOM di Indonesia telah berulang kali mengeluarkan peringatan keras terhadap konsumsinya. Mereka menekankan bahwa klaim pengobatan untuk kondisi serius seperti autisme dan kanker adalah tidak berdasar secara ilmiah dan dapat menyebabkan dampak kesehatan yang parah, termasuk mual, muntah, diare parah, dehidrasi, hingga gagal ginjal. Para ahli keselamatan secara konsisten menyarankan penanganan klorin dioksida hanya di area berventilasi baik dengan menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan untuk menghindari paparan langsung.

Dukungan publik terhadap klaim medis yang tidak terbukti, terutama dari seorang figur politik, memiliki dampak yang signifikan dalam ekosistem informasi digital saat ini. Hal ini berpotensi mempercepat penyebaran misinformasi kesehatan secara daring, menantang platform teknologi dalam memoderasi konten, dan membahayakan masyarakat rentan yang mungkin mencari solusi putus asa. Bagi pengguna internet, sangat penting untuk selalu memverifikasi informasi kesehatan dari sumber yang kredibel dan institusi medis yang diakui, bukan dari anjuran yang tidak didasari bukti ilmiah. Praktik semacam ini mengikis kepercayaan publik terhadap sains dan profesional medis, sekaligus menciptakan risiko kesehatan yang tidak perlu di tengah lanskap digital yang sudah kompleks.

Tag