Spotify Naikkan Harga Langganan Global Hingga $2 Mulai Februari
Layanan streaming musik terkemuka, Spotify, mengumumkan kenaikan harga langganan global hingga $2 per bulan, berlaku mulai Februari 2026. Perusahaan menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk "menguntungkan artis" yang berkarya di platformnya, sebuah klaim yang sering menjadi fokus perdebatan dalam industri musik digital.
Kenaikan ini menandai kali ketiga Spotify menaikkan harga dalam kurun waktu 2,5 tahun terakhir, mengindikasikan pergeseran strategi penetapan harga yang lebih agresif di pasar streaming yang semakin matang. Langkah serupa telah diambil oleh pesaing utama seperti Apple Music dan YouTube Music sebelumnya, yang juga menghadapi tekanan biaya lisensi konten yang terus meningkat dari label rekaman dan pencipta. Analis industri melihat ini sebagai upaya untuk mencapai profitabilitas yang lebih berkelanjutan di tengah tingginya biaya operasional dan investasi Litbang, termasuk janji fitur audio Hi-Fi yang sempat tertunda.
Bagi konsumen, tren kenaikan harga ini dapat memicu "kelelahan langganan" (subscription fatigue) dan mendorong mereka untuk mengevaluasi ulang pilihan layanan streaming mereka, berpotensi beralih ke platform yang lebih terjangkau atau model gratis yang didukung iklan. Di sisi industri teknologi, keputusan Spotify kemungkinan akan menekan penyedia layanan digital lainnya untuk mempertimbangkan penyesuaian harga serupa, membentuk "normal baru" di mana biaya langganan digital terus beradaptasi dengan realitas ekonomi global. Namun, transparansi mengenai bagaimana kenaikan harga ini akan benar-benar menguntungkan artis tetap menjadi perhatian utama yang akan diawasi ketat.