Spotify Umumkan Kenaikan Harga Langganan Ketiga dalam 2,5 Tahun Mulai Februari
Raksasa streaming musik Spotify kembali mengumumkan kenaikan harga langganan bulanan mulai Februari 2026, menjadikannya penyesuaian harga ketiga dalam kurun waktu 2,5 tahun. Perusahaan mengklaim bahwa peningkatan biaya ini, yang dapat mencapai hingga $2 untuk beberapa paket premium, bertujuan untuk "memberi manfaat bagi artis" di platform mereka.
Kenaikan harga ini bukan yang pertama bagi Spotify; perusahaan telah melakukan penyesuaian serupa pada April 2023 dan Juli 2024 di pasar-pasar tertentu. Langkah ini menyoroti tekanan finansial yang terus-menerus dihadapi oleh platform streaming musik, di mana biaya operasional, royalti lisensi kepada label dan artis, serta persaingan ketat dari Apple Music, YouTube Music, dan Amazon Music terus meningkat. Meskipun memegang pangsa pasar global yang dominan, Spotify seringkali kesulitan mencapai profitabilitas yang konsisten, seringkali mengorbankan margin demi akuisisi dan retensi pengguna. Klaim untuk "memberi manfaat bagi artis" juga menjadi narasi umum di tengah desakan dari komunitas musisi yang merasa tidak proporsional dalam pembagian royalti.
Dampak kenaikan harga ini diperkirakan akan terasa langsung pada pelanggan, yang mungkin mulai mengevaluasi ulang nilai langganan mereka di tengah pilihan layanan streaming yang semakin beragam dan potensi "kelelahan langganan" (subscription fatigue). Bagi industri teknologi dan hiburan, langkah Spotify ini dapat menjadi preseden bagi platform lain untuk ikut meninjau struktur harga mereka, mempercepat tren kenaikan biaya layanan digital. Selain itu, klaim Spotify mengenai dukungan artis kemungkinan akan memicu pengawasan lebih lanjut terhadap model pembayaran royalti mereka, dengan banyak pihak mempertanyakan apakah kenaikan harga benar-benar akan menghasilkan keuntungan signifikan bagi para musisi atau lebih kepada peningkatan margin keuntungan perusahaan.