Stensil Tangan 67.800 Tahun Dikonfirmasi Seni Tertua Buatan Manusia

News 26 Jan 2026

Para ilmuwan baru-baru ini mengonfirmasi bahwa sebuah stensil tangan berusia 67.800 tahun yang ditemukan di sebuah situs gua terpencil kini memegang rekor sebagai seni buatan manusia tertua di dunia. Penemuan monumental ini, dilaporkan dalam jurnal ilmiah terkemuka, memberikan pemahaman baru tentang eksplorasi dan kemampuan kognitif awal manusia serta pergeseran kronologi seni prasejarah global.

Penanggalan usia stensil dilakukan menggunakan metode uranium-thorium yang presisi, sebuah teknik canggih yang mampu mengidentifikasi jejak isotop radioaktif dalam lapisan mineral karbonat yang terbentuk di atas atau di bawah karya seni. Akurasi penanggalan radiometrik ini menjadi krusial dalam memvalidasi keaslian dan usia karya seni purba, menghilangkan ambiguitas yang sering menyertai penemuan arkeologi. Stensil tangan tersebut, yang kemungkinan besar dibuat dengan menyemprotkan pigmen ke tangan yang ditempelkan ke dinding gua, merepresentasikan salah satu bentuk ekspresi diri dan komunikasi simbolis paling awal oleh hominid.

Signifikansi penemuan ini tidak hanya terbatas pada arkeologi, tetapi juga menyoroti peran krusial teknologi modern dalam mengungkap dan melestarikan warisan peradaban. Metode dokumentasi digital canggih, seperti pemindaian 3D resolusi tinggi dan fotogrametri, digunakan untuk menciptakan replika digital stensil, memastikan konservasi data yang akurat tanpa merusak situs fisik. Ini membuka jalan bagi akses publik global melalui platform realitas virtual (VR) atau augmented reality (AR), memungkinkan "eksplorasi" situs-situs bersejarah yang rapuh. Penemuan ini secara fundamental menegaskan kembali bahwa dorongan manusia untuk berinovasi dan menjelajah, yang menjadi fondasi teknologi modern, telah ada sejak puluhan ribu tahun yang lalu.

Tag