Subaru Forester Hybrid 2025 Dikritik Infotainmen Buruk, Pengalaman Terganggu

News 11 Des 2025

Subaru telah memperkenalkan model hybrid pertamanya untuk lini Forester, yakni Subaru Forester Hybrid 2025, yang meskipun menunjukkan kinerja berkendara yang solid, menghadapi kritik signifikan terkait sistem infotainmennya. Ulasan awal menyoroti bahwa antarmuka pengguna yang "buruk" secara substansial mengurangi pengalaman keseluruhan berkendara, meskipun aspek mekanis kendaraan berfungsi dengan baik.

Peluncuran Forester Hybrid menandai langkah penting bagi Subaru dalam strategi elektrifikasinya, memasuki pasar SUV hybrid yang semakin kompetitif. Sistem infotainmen yang menjadi sorotan negatif ini kemungkinan besar adalah implementasi terbaru dari unit Starlink milik Subaru, seringkali berupa layar sentuh vertikal berukuran 11,6 inci yang telah banyak digunakan pada model-model Subaru lainnya seperti Outback dan Crosstrek. Kritik biasanya berpusat pada desain antarmuka yang kurang modern, responsivitas yang lambat, dan navigasi menu yang kurang intuitif, yang kontras dengan kemajuan teknologi pada powertrain hybrid baru Subaru yang diklaim efisien dan bertenaga.

Dalam lanskap otomotif modern, sistem infotainmen telah menjadi salah satu faktor penentu keputusan pembelian bagi konsumen. Kekurangan pada aspek ini dapat secara serius merugikan daya saing Forester Hybrid 2025 di pasar yang didominasi oleh rival dengan sistem yang lebih canggih dan ramah pengguna, seperti Toyota RAV4 Hybrid atau Honda CR-V Hybrid. Situasi ini menyoroti tantangan berkelanjutan bagi produsen otomotif tradisional untuk mengintegrasikan teknologi perangkat lunak yang mulus dan intuitif, yang kini menjadi ekspektasi standar bagi pengguna kendaraan, dan potensi dampak negatif terhadap persepsi merek Subaru secara keseluruhan jika masalah ini tidak segera diatasi.

Tag