Tesla Diberi Waktu Lima Minggu Lagi untuk Menanggapi Investigasi FSD
Badan pengawas AS memberikan perpanjangan waktu lima minggu kepada Tesla untuk menanggapi investigasi terkait sistem Full Self-Driving (FSD) yang digunakan pada mobil listrik mereka. Investigasi ini berfokus pada kasus-kasus di mana sistem FSD Tesla dianggap mengabaikan lampu merah dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Untuk memahami konteks ini, perlu dipahami bahwa Tesla telah mengembangkan sistem FSD yang sangat canggih, yang menggunakan kombinasi kamera, radar, dan sensor ultrasonik untuk mendeteksi dan menavigasi lingkungan sekitar. Namun, seperti yang dilaporkan, terdapat kekhawatiran bahwa sistem ini mungkin belum cukup matang untuk mengatasi situasi lalu lintas yang kompleks, terutama dalam mengenali dan merespons sinyal lalu lintas seperti lampu merah. Teknologi FSD Tesla berbasis pada pembelajaran mesin dan pengolahan data besar, yang memungkinkan mobil untuk belajar dari pengalaman dan meningkatkan kemampuan mengemudi secara otomatis.
Dampak dari investigasi ini dapat signifikan bagi industri otomotif dan teknologi, terutama dalam pengembangan dan penerapan teknologi mengemudi otonom. Jika Tesla gagal menanggapi investigasi ini dengan memuaskan, hal ini bisa berdampak pada kepercayaan konsumen terhadap teknologi FSD dan potensial memperlambat adopsi teknologi mengemudi otonom secara lebih luas. Selain itu, investigasi ini juga menyoroti pentingnya regulasi yang jelas dan ketat dalam pengembangan dan pengujian teknologi mengemudi otonom untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.