Tesla Hentikan Fitur Autopilot, Gantikan dengan Biaya Langganan
Perusahaan mobil listrik asal Amerika, Tesla, telah menghentikan fitur Autopilot dan menggantikannya dengan biaya langganan sebesar $99 per bulan. Langkah ini diambil dalam upaya meningkatkan pendapatan berulang, terutama di saat penjualan dan keuntungan perusahaan menurun. Dengan demikian, fitur lane-keeping yang sebelumnya tersedia secara gratis kini hanya dapat diakses melalui layanan Full Self-Driving (FSD) yang berlangganan.
Fitur Autopilot yang dikembangkan oleh Tesla sejak tahun 2015 memungkinkan mobil untuk mengemudi secara otomatis pada kecepatan tinggi, termasuk mengontrol kecepatan dan mengikuti jalur. Namun, fitur ini memiliki keterbatasan dan tidak sepenuhnya otonom, sehingga masih memerlukan perhatian dan intervensi pengemudi. Sementara itu, layanan FSD yang lebih canggih menawarkan kemampuan mengemudi yang lebih luas, termasuk kemampuan mengemudi di jalan raya dan jalan Tol. Dengan penghentian fitur Autopilot, Tesla berharap dapat meningkatkan pendapatan melalui biaya langganan FSD.
Dampak dari keputusan ini bagi industri IT dan pengguna dapat signifikan. Penghentian fitur Autopilot dan pengenalan biaya langganan FSD dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dan memperbesar kesenjangan antara pemilik mobil mewah dan mereka yang tidak mampu membayar biaya langganan. Selain itu, langkah ini juga dapat memicu perdebatan tentang etika dan keadilan dalam pengembangan dan pemasaran teknologi otonom. Bagi Tesla, keputusan ini dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan pendapatan, namun juga menimbulkan tantangan baru dalam menjaga kepercayaan dan loyalitas pelanggan.