Trump Finalisasi Kesepakatan TikTok US, Kendali Bergeser ke Sekutunya

News 25 Jan 2026

Presiden AS Donald Trump secara resmi mengumumkan penutupan kesepakatan yang mengalihkan operasional TikTok di Amerika Serikat kepada pihak-pihak yang terafiliasi dengan sekutunya. Kesepakatan ini mengakhiri negosiasi panjang yang bertujuan untuk mengatasi kekhawatiran keamanan nasional AS terhadap aplikasi populer milik ByteDance, Tiongkok, dengan Trump menyatakan "Saya sangat senang" atas hasil tersebut.

Langkah ini merupakan puncak dari tekanan berkelanjutan dari pemerintahan Trump sejak tahun 2020, yang mengancam akan melarang TikTok di AS karena kekhawatiran serius akan keamanan data pengguna dan potensi akses pemerintah Tiongkok terhadap informasi sensitif. Meskipun detail penuh kesepakatan belum diungkapkan secara luas, sumber terdekat mengindikasikan bahwa ByteDance, perusahaan induk TikTok yang berbasis di Tiongkok, akan tetap mempertahankan sebagian kontrol atas algoritma inti dan operasional di luar AS. Sementara itu, entitas baru yang berbasis di AS akan bertanggung jawab atas penyimpanan data pengguna dan moderasi konten di wilayah Amerika, kemungkinan melibatkan kemitraan dengan perusahaan teknologi AS yang memiliki rekam jejak dalam keamanan data dan kepatuhan regulasi.

Kesepakatan ini menciptakan preseden signifikan bagi operasi platform teknologi asing di pasar AS dan memperkuat peran pemerintah dalam mengatur kepemilikan data lintas negara. Bagi jutaan pengguna TikTok di Amerika, perubahan kepemilikan ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran privasi data jangka panjang, meskipun muncul spekulasi mengenai potensi perubahan kebijakan moderasi konten atau bahkan algoritma personalisasi sesuai dengan arahan pemilik baru. Industri teknologi global akan memantau ketat bagaimana model kepemilikan hibrida ini akan memengaruhi inovasi, persaingan, dan standar keamanan data di masa mendatang, terutama mengingat sensitivitas data pengguna dan pengaruh politik yang melekat pada platform sebesar TikTok.

Tag