Trump Perintahkan Militer untuk Membeli Listrik dari Pembangkit Batu Bara
Presiden Trump baru-baru ini mengeluarkan perintah kepada militer Amerika Serikat untuk membuat perjanjian dengan pembangkit listrik tenaga batu bara. Keputusan ini dianggap kontroversial karena tidak memiliki dasar yang kuat dan tidak sejalan dengan upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca. Pembangkit listrik tenaga batu bara merupakan salah satu sumber emisi karbon terbesar di dunia.
Perintah ini merupakan bagian dari upaya Trump untuk menghidupkan kembali industri batu bara di Amerika Serikat, yang telah mengalami penurunan drastis dalam beberapa tahun terakhir. Pembangkit listrik tenaga batu bara telah menjadi kurang kompetitif dibandingkan dengan sumber energi terbarukan seperti energi surya dan angin. Selain itu, banyak negara bagian di AS telah mengeluarkan regulasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan. Dalam konteks teknis, pembangkit listrik tenaga batu bara masih menggunakan teknologi lama yang kurang efisien dan tidak dapat bersaing dengan teknologi energi terbarukan yang lebih modern.
Dampak dari keputusan ini dapat dirasakan oleh industri energi dan lingkungan. Pembangkit listrik tenaga batu bara merupakan sumber emisi karbon terbesar kedua di AS, setelah kendaraan bermotor. Dengan meningkatkan penggunaan batu bara, AS dapat kehilangan kesempatan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan memenuhi target iklim yang telah ditetapkan. Selain itu, keputusan ini juga dapat mempengaruhi harga energi dan membuatnya lebih mahal bagi konsumen. Industri teknologi juga dapat terpengaruh, karena perusahaan yang berfokus pada energi terbarukan mungkin akan kehilangan peluang bisnis dan investasi.