Trump Selesaikan Kesepakatan TikTok AS, Serahkan Kendali ke Sekutu

News 24 Jan 2026

Donald Trump telah merampungkan kesepakatan yang mengalihkan operasional TikTok di Amerika Serikat kepada pihak-pihak yang disebutnya sebagai "sekutu". Penutupan kesepakatan ini terjadi setelah berbulan-bulan tarik-ulur regulasi, dengan Trump menyatakan "sangat bahagia" atas hasilnya, sementara pengguna khawatir akan potensi perubahan kebijakan yang dipengaruhi agenda politik.

Kesepakatan ini merupakan puncak dari upaya pemerintahan Trump untuk memaksa ByteDance, perusahaan induk TikTok dari Tiongkok, melepaskan asetnya di AS. Kekhawatiran utama berkisar pada isu keamanan nasional, potensi akses pemerintah Tiongkok terhadap data pengguna AS, serta manipulasi algoritma untuk menyebarkan propaganda. Meskipun detail final sering kali melibatkan Oracle dan Walmart sebagai mitra strategis dalam entitas baru seperti TikTok Global, sumber awal mengindikasikan ByteDance masih akan mempertahankan sebagian kontrol dan kepemilikan saham, menimbulkan pertanyaan tentang tingkat otonomi sebenarnya dari entitas AS tersebut dan sejauh mana kekhawatiran awal telah diatasi.

Bagi jutaan pengguna TikTok di Amerika Serikat, kesepakatan ini menimbulkan ketidakpastian mengenai masa depan platform. Kekhawatiran utama meliputi perubahan kebijakan privasi data, moderasi konten yang berpotensi bias, dan dampaknya terhadap pengalaman pengguna secara keseluruhan jika "sekutu" Trump memaksakan agenda tertentu. Di skala industri teknologi, insiden ini menjadi preseden penting dalam perang dagang digital antara AS dan Tiongkok, menyoroti meningkatnya tren proteksionisme data dan potensi fragmentasi internet global, di mana kontrol pemerintah atas platform lintas negara semakin menjadi norma baru.

Tag