TSMC: Permintaan AI Melesat, Laba Q4 Capai Rekor Baru
Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), produsen chip kontraktual terbesar di dunia, mengumumkan laba rekor pada kuartal keempat di tengah lonjakan permintaan chip kecerdasan buatan (AI) yang "tak berujung" dari para pelanggannya. Pernyataan ini disampaikan setelah rilis laporan keuangan Q4 perusahaan, meredakan kekhawatiran pasar akan potensi gelembung di sektor AI.
Kenaikan signifikan ini didorong oleh adopsi AI generatif yang masif, dengan perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka seperti NVIDIA, AMD, dan Google sangat bergantung pada kapasitas produksi TSMC untuk chip berkinerja tinggi mereka. TSMC adalah satu-satunya produsen yang mampu memproduksi chip pada node proses paling canggih, seperti 3nm, yang krusial untuk akselerator AI modern. Selain itu, teknologi pengemasan canggih mereka, seperti CoWoS (Chip-on-Wafer-on-Substrate), menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan kinerja dan efisiensi daya chip AI yang terus meningkat, meskipun kapasitasnya masih menjadi hambatan pasokan utama.
Momentum pertumbuhan TSMC menegaskan bahwa industri semikonduktor tetap menjadi fondasi kuat bagi revolusi AI, menjanjikan inovasi lebih lanjut dalam aplikasi AI mulai dari pusat data hingga perangkat edge. Dampaknya, investasi dalam riset dan pengembangan AI diperkirakan akan terus meningkat, mendorong kemajuan dalam komputasi otonom, analitik data, dan pengalaman pengguna. Namun, ketergantungan global yang tinggi pada satu produsen foundry juga menyoroti kerentanan rantai pasok dan pentingnya diversifikasi geografis dalam manufaktur chip strategis untuk stabilitas industri IT secara keseluruhan.