ULA Vulcan Hadapi Masalah Pendorong, Mesin BE-4 Blue Origin Jadi Penyelamat

News 15 Feb 2026

Roket Vulcan Centaur milik United Launch Alliance (ULA) kembali menghadapi masalah pada salah satu pendorong roket padat (Solid Rocket Booster/SRB) dalam perjalanannya menuju orbit. Insiden terbaru ini, yang terjadi pada fase krusial peluncuran, berhasil diatasi berkat kinerja luar biasa mesin utama BE-4 buatan Blue Origin. Mesin methalox tersebut mampu mengkompensasi anomali booster, mencegah potensi kegagalan misi dan menyelamatkan muatan yang dibawa.

Masalah pendorong ini menambah daftar tantangan bagi program Vulcan Centaur, yang baru saja meluncurkan misi debut "Cert-1" yang sukses pada Januari 2024. Vulcan Centaur dirancang sebagai penerus roket Atlas V dan Delta IV ULA, ditenagai oleh dua mesin BE-4 yang inovatif di tahap pertama. Mesin BE-4 menggunakan propelan metana cair dan oksigen cair (methalox), menawarkan efisiensi dan daya dorong tinggi. Meskipun kemampuan adaptif mesin BE-4 terbukti krusial dalam insiden ini, masalah berulang pada komponen SRB—yang biasanya menyediakan daya dorong tambahan di awal peluncuran—menuntut investigasi teknis yang mendalam untuk memastikan keandalan jangka panjang sistem pendorong keseluruhan.

Dalam industri peluncuran antariksa yang kompetitif, keandalan adalah kunci utama. Insiden ini berpotensi memengaruhi kepercayaan pelanggan dan jadwal peluncuran ULA di masa depan, terutama dalam menghadapi persaingan ketat dari pemain seperti SpaceX dengan Falcon 9 dan Falcon Heavy, serta Blue Origin sendiri dengan roket New Glenn. Keterlambatan atau kekhawatiran akan keandalan dapat berdampak pada misi-misi penting seperti peluncuran konstelasi satelit komersial, muatan keamanan nasional untuk Pentagon, dan eksplorasi antariksa. ULA harus segera mengidentifikasi dan menuntaskan akar masalah pada SRB untuk menjaga reputasinya, memenuhi komitmen kontrak, dan mempertahankan posisinya sebagai penyedia layanan peluncuran terkemuka.

Tag