Uni Eropa Desak TikTok Hapus Desain Adiktif, Ancam Pelanggaran Aturan Digital

News 8 Feb 2026

Regulator Uni Eropa secara tegas mendesak platform media sosial TikTok untuk menghapus fitur desain yang dianggap adiktif. Peringatan ini datang karena pilihan desain yang memancing keterlibatan pengguna secara berlebihan dapat melanggar regulasi digital Uni Eropa yang berlaku, menyoroti peningkatan fokus pada tanggung jawab platform besar terhadap kesejahteraan digital penggunanya.

Peringatan ini merujuk pada ketentuan Undang-Undang Layanan Digital (Digital Services Act/DSA) Uni Eropa, yang mulai berlaku penuh untuk platform besar sejak akhir 2023. DSA mewajibkan perusahaan teknologi untuk mengambil langkah-langkah mitigasi risiko terhadap dampak negatif pada kesehatan mental pengguna, terutama remaja dan anak-anak. Desain adiktif yang disoroti oleh regulator mencakup fitur seperti 'infinite scroll' yang tanpa henti menampilkan konten baru, video putar otomatis, notifikasi pendorong (push notification) yang konstan, dan algoritma rekomendasi yang sangat personalisasi, yang semuanya dirancang untuk memaksimalkan waktu penggunaan aplikasi (time-on-app) dan retensi pengguna. Regulator berargumen bahwa desain semacam ini dapat mengeksploitasi kerentanan psikologis pengguna, menciptakan pola penggunaan kompulsif.

Jika TikTok gagal mematuhi, perusahaan dapat menghadapi denda signifikan hingga 6% dari omset globalnya, serta perintah untuk mengubah praktik desainnya secara fundamental. Langkah Uni Eropa ini tidak hanya menargetkan TikTok, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat kepada seluruh industri teknologi bahwa model bisnis yang terlalu mengandalkan 'attention economy' dan desain yang memicu kecanduan akan semakin diawasi ketat. Ini dapat memicu gelombang inovasi baru dalam pengembangan aplikasi yang lebih etis dan berpusat pada kesejahteraan pengguna, bukan hanya metrik keterlibatan. Bagi pengguna, intervensi ini berpotensi mengarah pada pengalaman digital yang lebih sehat, mengurangi risiko dampak negatif seperti gangguan tidur, kecemasan, dan masalah konsentrasi yang sering dikaitkan dengan penggunaan platform media sosial yang berlebihan.

Tag