Uni Eropa Desak TikTok Perbarui Desain Adiktif Demi Kepatuhan Digital

News 7 Feb 2026

Komisi Eropa, badan eksekutif Uni Eropa, baru-baru ini mendesak platform media sosial TikTok untuk menghapus elemen desain yang dianggap "adiktif." Desakan ini datang setelah regulator menyatakan bahwa pilihan desain yang dapat mengikat pengguna secara berlebihan berpotensi melanggar peraturan digital Uni Eropa yang ketat.

Tuntutan ini secara spesifik merujuk pada ketentuan dalam Undang-Undang Layanan Digital (Digital Services Act/DSA) Uni Eropa, yang berlaku penuh sejak Februari 2024. DSA mewajibkan platform online besar untuk melindungi pengguna dari risiko sistemik, termasuk potensi bahaya yang ditimbulkan oleh desain produk. Opsi desain seperti "infinite scroll" yang tidak berujung, algoritma rekomendasi personalisasi "For You Page" yang sangat canggih, serta sistem notifikasi pemicu keterlibatan, diyakini menjadi fokus utama keprihatinan regulator, karena berpotensi mendorong penggunaan berlebihan dan berdampak negatif pada kesehatan mental, terutama bagi pengguna muda.

Jika TikTok gagal mematuhi desakan ini, mereka berisiko menghadapi denda signifikan yang dapat mencapai hingga 6% dari pendapatan global tahunan mereka, sesuai dengan aturan DSA. Keputusan ini juga mengirimkan sinyal kuat kepada platform media sosial lain seperti Instagram Reels, YouTube Shorts, atau Facebook, yang juga mengandalkan desain serupa untuk menjaga keterlibatan pengguna. Langkah Uni Eropa ini menegaskan komitmen mereka untuk membentuk lanskap digital yang lebih aman dan bertanggung jawab, mendorong industri teknologi untuk meninjau ulang etika desain produk mereka, demi melindungi kesejahteraan digital miliaran penggunanya.

Tag