US Space Force Pertimbangkan Pindahkan Muatan dari Roket Vulcan ULA.
Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (US Space Force) dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk memindahkan sejumlah muatan penting dari roket Vulcan Centaur milik United Launch Alliance (ULA) yang saat ini mengalami penundaan peluncuran. Keputusan ini mencerminkan kekhawatiran terhadap jadwal dan kesiapan operasional roket peluncur generasi baru tersebut.
Roket Vulcan Centaur merupakan penerus penting bagi armada roket Atlas V dan Delta IV milik ULA, yang didirikan sebagai usaha patungan antara Boeing dan Lockheed Martin. Dirancang untuk membawa muatan kritis, termasuk satelit intelijen dan militer untuk pemerintah AS di bawah program National Security Space Launch (NSSL), Vulcan menghadapi serangkaian penundaan signifikan. Masalah pengembangan mesin BE-4 dari Blue Origin dan insiden ledakan dalam pengujian tangki bahan bakar pada Maret 2023 telah menunda penerbangan perdananya secara berulang-ulang, menyebabkan roket ini "terkendala" dan gagal memenuhi jadwal peluncuran yang telah ditetapkan.
Potensi relokasi muatan ini memiliki implikasi signifikan bagi ULA, yang berjuang mempertahankan dominasinya di tengah persaingan ketat dari penyedia peluncuran swasta seperti SpaceX. Penundaan berulang Vulcan tidak hanya merugikan reputasi ULA tetapi juga berpotensi menimbulkan kerugian finansial besar dan mengancam pangsa pasar mereka dalam kontrak pertahanan yang menguntungkan. Bagi US Space Force, keterlambatan pengiriman muatan vital dapat menciptakan celah dalam kemampuan pengawasan dan komunikasi nasional, yang krusial untuk keamanan negara, serta menyoroti pentingnya diversifikasi penyedia layanan peluncuran untuk memastikan ketahanan dan ketersediaan akses ke luar angkasa bagi aset-aset strategis.