WHO Kritik Uji Coba Vaksin Bayi AS
Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara tegas mengkritik uji coba vaksin bayi yang didanai oleh Amerika Serikat di Guinea-Bissau. Uji coba tersebut melibatkan pemberian dosis vaksin hepatitis B kepada bayi baru lahir, yang dinilai tidak etis oleh WHO. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat telah menerima dana sebesar $1,6 juta untuk melaksanakan penelitian ini.
Uji coba vaksin ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian dosis vaksin hepatitis B sebagai dosis pertama (birth dose) pada bayi baru lahir di Guinea-Bissau. Vaksin hepatitis B sendiri merupakan salah satu vaksin yang paling umum digunakan untuk mencegah infeksi hepatitis B, yang dapat menyebabkan sirosis hati dan kanker hati. Namun, WHO mempertanyakan etika penelitian ini karena tidak jelas apakah orang tua bayi yang terlibat dalam uji coba tersebut telah memberikan persetujuan yang tepat.
Dampak dari kritik WHO ini dapat signifikan bagi industri vaksin dan penelitian kesehatan. Kritik ini menyoroti pentingnya memastikan bahwa semua penelitian kesehatan, terutama yang melibatkan populasi rentan seperti bayi baru lahir, harus mematuhi standar etika yang ketat. Hal ini juga dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap program vaksinasi dan penelitian kesehatan, sehingga perlu ditangani dengan serius oleh semua pihak yang terkait.