WHO Kritik Uji Coba Vaksin Bayi AS

News 14 Feb 2026

Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara terbuka mengkritik uji coba vaksin bayi baru lahir yang didanai oleh Amerika Serikat. Uji coba ini dilakukan di Guinea-Bissau dengan dana sebesar $1,6 juta dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk mempelajari dosis vaksin hepatitis B pada bayi baru lahir.

Uji coba vaksin ini menimbulkan kontroversi karena metode yang digunakan dinilai tidak etis. Vaksin hepatitis B biasanya diberikan dalam tiga dosis, dengan dosis pertama diberikan saat bayi baru lahir, diikuti dengan dua dosis lainnya dalam beberapa bulan kemudian. Namun, dalam uji coba ini, bayi-bayi baru lahir hanya menerima satu dosis vaksin hepatitis B, tanpa jaminan bahwa mereka akan menerima dosis kedua dan ketiga. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa bayi-bayi ini mungkin tidak mendapatkan perlindungan yang cukup terhadap hepatitis B.

Dampak dari kritik WHO ini dapat signifikan bagi industri kesehatan dan penelitian vaksin. Kritik ini menyoroti pentingnya memastikan bahwa uji coba vaksin dilakukan dengan metode yang etis dan memprioritaskan keselamatan serta kesejahteraan peserta. Selain itu, kritik ini juga dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap program vaksinasi dan penelitian kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi peneliti dan lembaga kesehatan untuk memastikan bahwa uji coba vaksin dilakukan dengan transparan, akuntabel, dan mematuhi standar etika yang ketat.

Tag