WHO Kritik Uji Coba Vaksin Bayi di Guinea-Bissau

News 15 Feb 2026

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mengkritik uji coba vaksin bayi yang didanai oleh Amerika Serikat di Guinea-Bissau. Badan Pengawas dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat telah menerima dana sebesar $1,6 juta untuk melakukan studi tentang pemberian dosis vaksin hepatitis B pada bayi baru lahir di negara tersebut. Uji coba ini dinilai tidak etis oleh WHO karena tidak memenuhi standar etika penelitian kesehatan internasional.

Uji coba vaksin ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian dosis vaksin hepatitis B pada bayi baru lahir di Guinea-Bissau. Namun, WHO menyatakan bahwa uji coba ini tidak memenuhi standar etika penelitian kesehatan internasional karena tidak ada persetujuan dari orang tua bayi dan tidak ada pengawasan yang cukup dari lembaga kesehatan setempat. Selain itu, uji coba ini juga dinilai tidak transparan dan tidak ada kerja sama yang cukup dengan lembaga kesehatan internasional lainnya. Vaksin hepatitis B sendiri adalah vaksin yang sangat penting untuk mencegah penularan hepatitis B, yang dapat menyebabkan kerusakan hati dan kanker hati.

Dampak dari kritik WHO ini dapat sangat besar bagi industri kesehatan dan penelitian kesehatan internasional. Uji coba vaksin ini dapat dihentikan sementara atau bahkan permanen jika tidak memenuhi standar etika penelitian kesehatan internasional. Selain itu, kritik WHO ini juga dapat mempengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap uji coba vaksin dan penelitian kesehatan lainnya. Oleh karena itu, sangat penting bagi lembaga kesehatan dan penelitian kesehatan untuk memenuhi standar etika penelitian kesehatan internasional dan melakukan kerja sama yang cukup dengan lembaga kesehatan lainnya untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan pasien.

Tag